Saturday, May 24, 2014

Download Film Waterworld (1995) Sub Indo




Synopsis :

Pada suatu waktu pada masa depan, es di kutub mencair, dan menaikkan permukaan laut, hingga Bumi hampir seluruh permukaannya tertutup oleh air. Manusia yang selamat telah melupakan masa lalu mereka. Beberapa mereka masih percaya di antara orang yang lain bahwa Dryland atau tanah yang kering masih ada. Para manusia yang selamat bisa diklasifikan menjadi empat yaitu : Smokers,Atoll Dwellers/Penghuni Atol, Kaum pengembara,dan Slaver. Cerita ini bermula ketika seorang pengembara (diperankan Kevin Costner) menukar tanah yang didapatnya untuk mendapat uang. Pengembara ini adalah manusia genetis yang mempunyai sirip dan insang, yang juga disebut "Ichthyo Sapiens", atau manusia ikan. Readmore Synopsis on Wikipedia »»

Download :

Movie | IDWS
Subtitle Indonesia | Waterworld

Wednesday, May 21, 2014

Ini Film Yang Nggak Lulus Sensor Tanyang Di Indonesia

Ini Film Yang Nggak Lulus Sensor Tanyang Di Indonesia
Film "Noah" (2014) karya Darren Aronofsky sedang menjadi bahan pembicaraan hangat karena tak hanya dilarang diputar di beberapa negara di Timur Tengah, film yang dibintangi oleh Russell Crowe dan Jennifer Connelly ini juga tidak akan dirilis di Indonesia. Lembaga Sensor Film memandang bahwa "Noah" mengandung unsur SARA yang dapat memancing kontroversi dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat, sehingga akhirnya diputuskan film ini tidak bisa diputar di bioskop Indonesia.

"Noah" bukan satu-satunya film yang memancing reaksi keras dari badan sensor dan lembaga keagamaan. Ada banyak film yang juga pernah mengalami nasib serupa karena punya cerita yang berpotensi menyinggung agama tertentu. Film-film apa saja yang kehadirannya juga pernah dijegal di berbagai negara? Berikut adalah lima film dengan muatan agama yang pernah mendapat larangan pemutaran.

Monty Python's Life of Brian



"Monty Python's Life of Brian" yang dirilis tahun 1979 sudah pernah mendapat larangan pemutaran sampai berpuluh-puluh tahun di negara-negara seperti Inggris, Irlandia, dan Norwegia. Film komedi satir tentang sosok mesias ini secara kualitas sebenarnya dianggap sangat baik. Hanya saja, beberapa dekade yang lalu materi semacam ini dianggap sangat sensitif, sampai-sampai filmnya dianggap sebagai penghujatan - dan diprotes oleh para suster yang berdemo di depan bioskop yang memutar film ini.

"Life of Brian" sendiri bercerita mengenai kehidupan Brian, seorang pria yang lahir di sebelah kandang domba tempat Yesus dilahirkan. Melalui serangkaian kejadian konyol, Brian yang terseret keadaan tiba-tiba dianggap sebagai sosok juru selamat, sehingga nasibnya akhirnya berakhir di atas kayu salib. "Life of Brian" sebenarnya tak hanya membahas soal religi, filmnya juga berfungsi untuk menyindir film agama buatan studio besar, cara kerja politisi, sampai urusan serikat pekerja. Mereka yang sensitif mungkin masih menganggap bahwa film ini menghina agama. Tetapi, sebagai film, "Life of Brian" sudah dianggap sebagai salah satu film komedi paling bagus yang pernah dibuat sepanjang sejarah.

The Profit



Ada beberapa film yang sedikit menyentil Scientology, tetapi tidak ada yang sampai bernasib seperti "The Profit" (2001) yang mendapat larangan pemutaran di Amerika Serikat. Film yang ditulis dan disutradarai Peter N. Alexander ini bercerita mengenai sosok L. Conrad Powers yang mendirikan organisasi bernama Church of Scientific Spiritualism demi mendapatkan keuntungan.

Alexander sendiri menolak untuk membenarkan bahwa filmnya bercerita tentang L. Ron Hubbard dan menyebut bahwa filmnya dibuat berdasarkan tokoh fiksi buatannya sendiri. Tapi, tak perlu banyak riset untuk tahu bahwa "The Profit" memang parodi dari Church of Scientology. Alexander pun kabarnya merupakan mantan pengikut Scientology yang keluar di tahun 1997 setelah dirinya yakin bahwa organisasi tersebut merupakan tipuan.

"The Profit" yang diputar perdana di Festival Film Cannes 2001 dilarang untuk diputar di Amerika Serikat di bulan April 2002 atas perintah pengadilan, dan larangan tersebut baru dicabut tahun 2007. Tetapi, ini bukan berarti bahwa film ini akhirnya dapat didistribusikan. Sampai sekarang akses untuk menontonnya hampir tidak ada.

The Passion of the Christ



Meski sangat brutal dan tidak dibuat dalam bahasa Inggris, "The Passion of the Christ" (2004) masih menjadi film dengan rating R paling laris di Amerika Serikat sampai saat ini. Tetapi, di pasar internasional, nasibnya tidak seberuntung itu. Film besutan Mel Gibson ini dilarang untuk diputar di Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait. Sementara itu, di Malaysia film ini boleh diputar, tetapi hanya boleh disaksikan oleh penonton yang beragama Kristen. Banyak yang berpendapat bahwa sentimen anti-Semit dari film ini cukup kuat. Di Israel sendiri, "The Passion of the Christ" tidak punya larangan pemutaran. Meski demikian, film ini tidak hadir di bioskop setempat karena tidak ada yang mau mendistribusikannya.

The Matrix Reloaded



"The Matrix Reloaded" yang punya total pendapatan lebih dari 700 juta dolar Amerika Serikat adalah salah satu film paling laris di tahun 2003. Tetapi, orang-orang di Mesir tidak dapat menonton film ini karena dianggap menyinggung agama. Berdasarkan keputusan yang dibuat oleh 15 anggota komite sensor yang terdiri dari profesor, kritikus film, psikolog, dan penulis, film "The Matrix Reloaded" yang punya muatan tentang eksistensi dan penciptaan dianggap dapat menyinggung tiga agama sekaligus. Karena itu, untuk menghindari masalah dan menjaga ketentraman sosial, film ini dilarang diputar di Mesir. Di negara tersebut, film pertamanya sendiri, "The Matrix" (1999), dianggap mempromosikan Yahudi dan Zionisme. Tak heran, film keduanya ini dianggap sebagai materi kontroversial.

The Last Temptation of Christ



Dibandingkan semua film dalam daftar ini, "The Last Temptation of Christ" (1988) adalah film yang pemutarannya diiringi dengan reaksi paling keras. Film yang diadaptasi dari novel karya Nikos Kazantzakis ini bercerita mengenai kehidupan Yesus sebagai juru selamat yang selayaknya manusia, punya rasa takut, nafsu, dan keragu-raguan. Bagian yang paling kontroversial dari kisahnya adalah alternatif cerita di mana Yesus menyaksikan apa yang terjadi apabila dirinya tidak mati disalib dan memilih untuk hidup normal serta menikahi Mary Magdalene.

Film ini dilarang untuk diputar di banyak negara, seperti Turki, Filipina, Argentina, Meksiko, dan Singapura. Dalam masa rilisnya, insiden paling terkenal menyangkut film ini adalah perusakan bioskop Saint Michel di Paris. Kelompok Kristen fundamentalis di Perancis menyerang bioskop ini saat sedang memutar filmnya dengan melemparkan bom Molotov yang mencederai 13 orang, empat di antaranya mengalami luka bakar parah.

Orang-orang Jenius dari Indonesia yang Diperhitungkan Dunia

1.Prof. Nelson Tansu
images (1)
Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor berstruktur nano. Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt. Pada usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika. Sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia
2.Prof. Dr.-Ing. Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
images (2)
Lahir tanggal 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan Indonesia. Setelah menyelesaikan kuliahnya dengan tekun selama lima tahun, B.J. Habibie memperoleh gelar Insinyur Diploma dengan predikat Cum Laude di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara. Kejeniusannya membawanya memperoleh Gelar Doktor Insinyiur di Fakultas Teknik Mekanik Bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Udara dengan predikat Cum Laude tahun 1965.
B.J. Habibie memulai kariernya di Jerman sebagai Kepala Riset dan Pembangunan Analisa Struktur Hamburger Flugzeugbau Gmbh, Hamburg Jerman (1965-1969). Kepala Metode dan Teknologi Divisi Pesawat Terbang Komersial dan Militer MBB Gmbh, Hamburg dan Munchen (1969-1973). Wakil Presiden dan Direktur Teknologi MBB Gmbh Hambur dan Munchen (1973-1978), penasehat teknologi senior untuk Direktur MBB bidang luar negeri (1978). Pada tahun 1977 dia menyampaikan orasi jabatan guru besarnya tentang konstruksi pesawat terbang di ITB Bandung. Tergugah untuk melayani pembangunan bangsa, tahun 1974 B.J. Habibie kembali ke tanah air, ketika Presiden Soeharto memintanya untuk kembali. Dia memulai kariernya di tanah air sebagai Penasehat Pemerintah Indonesia pada bidang teknologi tinggi dan teknologi pesawat terbang yang langsung direspon oleh Presiden Republik Indonesia (1974-1978). Pada tahun 1978 dia diangkat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi merangkap sebagai kepala BPPT. Dia memegang jabatan ini selama lima kali berturut-turut dalam kabinet pembangunan hingga tahun 1998.
Presiden B.J. Habibie memegang jabatan presiden selama 518 hari dan sukses menyelenggarakan Pemilu paling demokratis yang pernah ada yaitu Pemilu 1999. Prof. B.J. Habibie mempunyai medali dan tanda jasa nasional dan internasional, termasuk ‘Grand Officer De La Legium D’Honour, hadiah tertinggi dari Pemerintah Perancis atas konstribusinya dan pembangunan industri di Indonesia pada tahun 1997; ‘Das Grosskreuz’ medali tertinggi atas konstribusinya dalam hubungan Jerman-Indonesia tahun 1987; ‘Edward Warner Award, pemberian dari Dewan Eksekutif Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada tahun 1994; ‘Star of Honour ‘Lagran Cruz de la Orden del Merito Civil dari Raja Spanyol tahun 1987. Dia juga menerima gelar doktor kehormatan dari sejumlah universitas, seperti Institut Teknologi Cranfield, Inggris; Universitas Chungbuk Korea dan beberapa universitas lainnya.
Habibie terlibat dalam proyek perancangan dan desain pesawat terbang seperti Fokker 28, Kendaraan Militer Transall C-130, CN-235, N-250 dan N-2130. Dia juga termasuk perancang dan desainer yang jlimet Helikopter BO-105, Pesawat Tempur, beberapa missil dan proyek satelit.Banyak orang menganggap beliaulan orang tercerdas, terpintar yang pernah dimiliki Indonesia.
3.Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto
Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto
Prestasi membanggakan ditorehkan Profesor Dr. Ken Kawan Soetanto. Pria kelahiran Surabaya ini berhasil menggondol gelar profesor dan empat doktor dari sejumlah universitas di Jepang. Lebih hebatnya, puncak penghargaan akademis itu dicapainya pada usia 37 tahun. ia sudah mematenkan 31 penemuannya, 29 di Jepang, dua di AS, untuk bidang interdisipliner ilmu elektronika, kedokteran, dan farmasi.
Sebegitu terkenalnya Soetanto di Jepang sampai-sampai oleh mahasiswanya ia memiliki metode khusus mengajar yang diberi nama “Metode Soetanto” atau “Efek Soetanto”. Pada 1988-1993, dia tercatat sebagai direktur Clinical Education and Science Research Institute (CERSI) merangkap associate professor di Drexel University dan School Medicine at Thomas Jefferson University, Philadelphia, AS. Dia juga pernah tercatat sebagai profesor di Biomedical Engineering, Program University of Yokohama (TUY). Selain itu, pria kelahiran 1951 tersebut saat ini masih terdaftar sebagai prosefor di almameternya, School of International Liberal Studies (SILS) Waseda University, serta profesor tamu di Venice International University, Italia.
Otak arek Suroboyo itu memang brilian. Dia berhasil menggabungkan empat disiplin ilmu berbeda. Hal tersebut terungkap dari empat gelar doktor yang diperolehnya. Yakni, bidang applied electronic engineering di Tokyo Institute of Technology, medical science dari Tohoku University, dan pharmacy science di Science University of Tokyo. Yang terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di almamater sekaligus tempatnya mengajar, Waseda University. “Sistem pendidikan di sini (Indonesia) sudah tertinggal jauh”. Satu penemuannya bernama NEDO (The New Energy and Industrial Technology Development Organization) memberinya penghormatan sebagai penelitian puncak di Jepang dalam rentang 20 tahun, 1987-2007.

Tuesday, May 20, 2014

10 Film Animasi Terbaik Sepanjang Masa

Film animasi adalah salah satu terobosan terbaik dalam dunia perfilman. Film animasi kini banyak diminati oleh kalangan pecinta film, baik anak-anak, remaja maupun dewasa. Film-film animasi merupakan rangkaian gambar bergerak hasil olahan komputer, baik gambar 2D (berupa kartun) atau animasi 3D. Dengan film animasi memungkinkan sutradara film untuk membuat ide cerita yang tidak bisa diperankan oleh manusia. Hal ini tentu akan membuat film menjadi lebih menarik untuk ditonton. Sejak dahulu, ada beberapa film animasi terbaik yang muncul di bioskop. Beberapa perusahaan film Hollywood yang memproduksi film animasi seperti Disney, Pixar atau DreamWorks tak henti-hentinya membuat gebrakan baru dalam dunia film kartun dan animasi. 

Dari banyaknya film animasi yang telah beredar, ada beberapa film animasi yang bisa dikategorikan yang terbaik, yang sukses menyedot banyak penonton dan meraih beragam penghargaan, seperti Oscar atau Academy Award. Selain itu, beberapa film animasi terbaik dunia tersebut memiliki jalan cerita, kualitas grafis 3D, konsep tokoh dan karakter yang bagus dan berkualitas.

Daftar 10 Film Animasi Terbaik dan Terpopuler di Dunia Sepanjang Masa :


1. Wall-E

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa
Di posisi pertama film animasi terbaik di dunia ada film Wall-E. Film ini sering dinobatkan sebagai film animasi terbaik oleh berbagai situs film ternama dunia. Overall film ini memang layak disebut sebagai masterpiece film animasi. Dengan storyline yang baik serta konsep yang memukau, film ini juga mengandalkan body language dengan hanya sedikit dialog saja sehingga tampak lebih hidup. Bahkan ada bagian 45 menit tanpa dialog, namun justru disitulah kelebihan film Wall-E. Film ini juga menyimpan sisi romantis. Tak heran jika film ini menjadi film animasi terbaik yang pernah dibuat oleh manusia, dan juga menjadi salah satu film terbaik dunia sepanjang masa secara keseluruhan.


2. Toy Story Series

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa/

Film Toy Story mencatat sejarah saat pertama dirilis tahun 1995 sebagai film animasi pertama yang 100 persen pembuatannya menggunakan teknologi komputer. Film ini kemudian sukses hingga dibuat sekuelnya, yaitu Toy Story 2 (1997) dan Toy Story 3 (2010). Toy Story Series sendiri menceritakan tentang kisah mainan-mainan yang ternyata bisa hidup dan bergerak saat tidak dilihat oleh manusia.

3. Up

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa

Film animasi keluaran Pixar tahun 2009. Up merupakan film animasi yang memiliki konsep yang terbilang unik. Film ini bercerita tentang seorang kakek bernama Carl dan seorang bocah pramuka bernama Russell yang berpetualang di sebuah rumah terbang. Up akan menghadirkan sesuatu yang tidak ada di film-film lain. Perbedaan karakter kedua tokoh utama juga menjadi daya tarik film ini.


4. How to Train Your Dragon

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa

How to Train Your Dragon mendapat sambutan positif sebagai salah satu film animasi berkualitas. Film keluaran Dream Works ini dirilis pada tahun 2010 lalu dan menceritakan tentang bangsa Viking yang hidup dengan memerangi dan membunuh naga. Namun seorang ada seorang anak bernama Hiccup yang justru malah memelihara dan berteman dengan naga jenis Night Fury, yang konon merupakan naga paling berbahaya. How To Train Your Dragon juga memunculkan gambar dan grafik animasi yang halus serta menyajikan ketegangan di bagian akhir film. Film ini juga dibuat sekuelnya di tahun 2014 ini dan akan menjadi salah satu film yang tayang di bioskop 2014.


5. Finding Nemo

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa

Finding Nemo merupakan salah trendsetter film animasi 3D di era modern. Film ini menceritakan kisah petualang ikan badut bernama Marlin dan seorang ikan bernama Dory untuk mencari anak Marlin yang bernama Nemo. Mereka lalu menempuh perjalanan di laut lepas lebih dari 1500 mil untuk menyelamatkan Nemo. Film ini sangat sukses hingga menjadi salah satu film animasi yang paling populer. Rencananya Finding Nemo juga akan dibuat sekuelnya berjudul Finding Dory.


6. Wreck-It Ralph

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa

Film Wreck-It Ralph ini merupakan film animasi 3D yang dirilis tahun 2013 lalu. FIlm Wreck-It Ralph bercerita tentang kehidupan para tokoh game yang ada di dalam video game arcade. Masalah kemudian muncul ketika ada tokoh video game yang melawan sistem untuk menguasai seluruh game arcade yang ada. Film ini memiliki jalan cerita yang unik dan menarik. Selain itu, beberapa tokoh game asli yang populer di era 90-an, seperti Sonic, Pacman atau Street Fighter juga muncul dan ambil bagian dalam film ini.


7. Ratatoullie

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa

Film animasi terbaik berikutnya adalah Ratatoullie. Film ini pertama tayang di tahun 2008 lalu. Ratatoullie bercerita tentang tikus yang bercita-cita menjadi koki. Melalui sebuah kondisi yang tak terduga, ia lalu berkejasama dengan seorang pemuda pewaris restoran terkenal untuk mewujudkan cita-citanya tersebut. Ratatoullie banyak dipuji karena menghadirkan sesuatu yang unik dan berbeda dari alur ceritanya.


8. Monster Inc.

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa

Film Monster Inc. dirilis tahun 2001 dan dibuat sekuelnya berjudul Monster University tahun 2013 lalu. Film ini bercerita tentang kehidupan di Monster City, di mana kota tersebut mengandalkan jeritan anak manusia untuk memenuhi energi di seluruh kota. Cerita kemudian berpusat pada dua monster bernama Jake Sullivan dan Mike Wazawski yang secara tak sengaja menemukan seorang anak manusia yang tersesat di Monster City. 


9. Despicable Me Series

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa

Despicable Me merupakan film animasi keluaran Universal Studio ini dirilis pada tahun 2010 dan dibuat sekuelnya di tahun 2013 lalu. Despicable Me menyajikan komedi yang bakal membuat penonton tertawa. Film ini juga menjadi populer karena adanya para minion kuning yang kerap bertingkah konyol. Minion-minion ini rencananya juga akan dbuatkan film sendiri di tahun 2014 dengan judul Despicable Me : Minions.
10. Tangled

10 Film Animasi Terbaik Dunia Sepanjang Masa

Film animasi Tangled merupakan film animasi yang dirilis tahun 2010. Film ini mengadaptasi kisah Rapunzel, namun tentu dengan banyak perubahan dan dikemas menjadi film yang lebih menarik. Tangled banyak dipuji karena mampu menyajikan sosok seorang Rapunzel menjadi lebih hidup dan lebih menarik untuk ditonton.

Itulah informasi update tentang daftar 10 film animasi terbaik dan terpopuler dunia sepanjang masa versi CepatLambat. Film-film animasi tersebut sudah tidak diragukan lagi kualitasnya, baik dari segi cerita maupun grafis animasinya. Di tahun 2014 ini juga ada beberapa film animasi yang akan tayang dan masuk dalam jajaran film bioskop terbaru 2014 yang layak ditonton. Semoga list tersebut bermanfaat. Jika punya pendapat lain, silahkan tinggalkan di kolom komentar.

Pendidikan sebagai Proses Belajar Bukan Hanya Bersekolah

http://www.mapsekolah.karimunkab.go.id/slide/baca.php?filename=9
Paradigma yang berkembang selama ini seringkali membatasi pemahaman kita tentang makna pendidikan hanya sebatas pendidikan formal, yang identik dengan kegiatan di dalam sekolah dengan kurikulum dan metode yang belum tentu sesuai dengan tumbuh kembang anak. Anak sebagai subyek pendidikan seringkali hanya dipandang sebagai obyek yang harus mengikuti apa yang telah ditentukan tanpa ditelaah terlebih dahulu apakah bentuk pendidikan tersebut yang dibutuhkan anak dan dapat membantunya menempuh seluruh fase kehidupannya secara optimal. Semua bidang studi yang diajarkan di sekolah belum tentu dapat memberikan keterampilan hidup (life skills) yang lebih diperlukan untuk mengatasi segala persoalan yang akan ia hadapi, terutama saat ia telah tumbuh dewasa dan dituntut untuk hidup mandiri tanpa bantuan dari orangtua.
Banyak anak yang pandai di kelas dan selalu langganan juara saat bersekolah, namun harus tertatih-tatih meniti kehidupan, di saat teman-temannya yang dulu biasa-biasa saja di sekolah malah lebih sukses daripada dirinya. Sebab, mempunyai anak cerdas dengan predikat juara di kelas atau hebat secara akademis dengan nilai-nilai bagus di semua bidang studi sepertinya menjadi tujuan utama orangtua dalam menentukan pendidikan untuk anaknya sehingga menjadikan pendidikan formal seperti sekolah sebagai satu-satunya tempat yang bisa memberikan pendidikan bagi anaknya tanpa memperhitungkan kemungkinan pendidikan dalam bentuk lain yang bisa jadi lebih mendukung anaknya untuk meraih kesuksesan.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dianggap Sebagai Sarana Menciptakan Si Jenius
Beragam cara pun ditempuh orangtua agar anak bisa menjadi cerdas bahkan sejak usia dini. Istilah periode emas anak yang sering didengungkan pada akhir-akhir ini, memang bisa memberikan dampak positif sebab membuat banyak orangtua menyadari perlunya memberikan rangsangan yang optimal pada anak sejak usia dini. Mulai dari pemberian nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik anak sampai dengan mengikutsertakan anak dalam sekolah-sekolah untuk anak usia dini yang tumbuh menjamur belakangan ini di Indonesia.  Namun, pada kenyataannya Playgroup (PG) atau Kelompok Bermain (KB), tidak selalu menjadi tempat yang menyenangkan lagi bagi anak. Sebab, Pendidikan Anak Usia Dini yang dimaksudkan agar anak usia dini dapat menumbuhkan dan mengembangkan potensi sesuai dengan tahapan usianya sehingga bisa lebih siap dalam mengikuti pendidikan selanjutnya, pada kenyataannya malah sering membuat anak berada dalam situasi yang tidak nyaman, bahkan terampas haknya untuk menikmati masa-masa bermain.
KB yang seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk berkumpul dengan sebayanya sebagai sarana untuk belajar bersosialisasi, menumbuhkan empati dengan belajar tentang berbagi dan saling membantu, belajar mewujudkan tujuan bersama dengan bekerja sama, dan pengalaman belajar lainnya yang bisa mengembangkan semua aspek dalam diri anak, ternyata pada prakteknya lebih banyak diartikan sebagai tempat untuk menjadikan anak “pintar” dan tampak jenius sejak dini. Orangtua akan lebih bangga bila anaknya bisa menyebutkan angka-angka daripada menghargai anaknya yang mau berbagi mainan dengan temannya. Lalu akan menjejali anak dengan berbagai buku atau alat peraga lainnya yang menjanjikan anak bisa membaca sejak bayi, serta menyerbu sekolah-sekolah yang mengklaim siap menjadikan anak balita bahkan batita menjadi cerdas dan tidak ragu merogoh kocek dalam-dalam untuk masuk ke sekolah favorit yang menyediakan berbagai fasilitas.
Bahkan di Taman Kanak-kanak (TK) yang seharusnya menjadi sarana yang menghibur bagi anak untuk mengenali minat dan potensinya, memupuk keberanian dan rasa percaya diri serta mengeksplorasi hal-hal di sekitarnya berubah menjadi tempat untuk menjejali otaknya dengan segala bentuk metode agar bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung). Tidak cukup dengan itu, bila di kelasnya si anak dianggap belum bisa mengikuti pelajaran, anak akan diikutkan les calistung di luar jam sekolahnya. Bagaimana anak bisa memiliki kesempatan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitasnya bila yang difokuskan untuknya adalah kemampuan yang seharusnya baru dipelajari saat anak sudah siap secara kognitif saat di usia SD?
Hal ini mungkin juga terpaksa diterapkan oleh sekolah TK karena banyak SD yang memberlakukan tes calistung pada calon-calon siswa yang mendaftar masuk. Sungguh ironis dan sangat menggelisahkan bila SD yang seharusnya mengajarkan hal-hal yang mendasar malah “menyingkirkan” anak-anak seharusnya diajari dari tidak bisa menjadi bisa. Lalu dimanakah peran sekolah sebagai institusi pendidikan yang mempunyai tanggung jawab mencerdaskan anak-anak bangsa? Sekolah yang hebat bukanlah sekolah yang bisa meluluskan murid-murid yang sudah “pintar” dari sebelumnya. Namun, sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu membantu dan memotivasi anak dari tidak mampu menjadi mampu, dan dari tidak mau menjadi bersemangat tinggi untuk meraih ilmu.
Komersialisasi dan Marjinalisasi Pendidikan yang Merampas Hak Anak untuk Belajar
Tidak bisa dipungkiri, peran pemerintah yang kurang mampu mengawal prosesnya, menyebabkan pendidikan di Indonesia masuk dalam komersialisasi pendidikan. Pemerintah dianggap tidak mampu menyediakan sekolah dengan mutu pendidikan yang berkualitas sehingga memunculkan inisiatif dari banyak pihak (swasta) untuk berlomba-lomba menawarkan sekolah dengan berbagai fasilitas dan metode yang diklaim efektif untuk mencetak anak menjadi anak yang cerdas, kreatif dan kriteria idaman lainnya, tentu dengan biaya yang selangit yang bisa dinikmati oleh sebagian anak yang orangtuanya mampu.
Lalu bagaimana dengan nasib anak-anak dari saudara kita sebangsa dan setanah air yang kurang beruntung? Mereka harus puas belajar di sekolah-sekolah yang mungkin jauh dari kata layak. Bersekolah dengan taruhan nyawa karena tidak tahu sampai kapan bangunan bisa bertahan dan tidak menimpa mereka. Begitu juga dengan mereka yang harus menumpang di musola kampung atau emperan rumah warga. Belum lagi anak-anak yang bahkan tidak pernah mengenyam pendidikan karena tinggal di pedalaman atau harus ikut membanting tulang bersama orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Terlebih sistem pendidikan di Indonesia yang lebih mengartikan pendidikan sebagai sekolah bukan sebagai proses belajar sehingga membuat anak-anak yang tidak bersekolah sebagai anak yang tidak berpendidikan dan terbatasi kesempatannya untuk meraih masa depan yang lebih baik hanya karena tidak mempunyai ijazah. Padahal kemampuan orang tidak hanya terukur melalui angka-angka yang tertera pada selembar kertas yang melegalkan seseorang telah lulus dari jenjang pendidikan formalnya saja.
Tanpa bermaksud mengesampingkan pentingnya bersekolah, namun sebenarnya pendidikan bisa didapatkan dari mana saja sepanjang hayat manusia. Sebab, setiap pengalaman yang memiliki efek normatif atau tindakan pada dasarnya bisa dianggap sebagai pendidikan. Sejak dalam kandungan pun, sebenarnya orangtua, terutama ibu, secara sadar atau tidak sadar telah mendidik anaknya. Dari makanan yang dikonsumsi, kata-kata yang diucapkan, tindakan atau perilaku yang biasa dilakukan, akan membentuk dan mewarnai selera, pola pikir dan kebiasaan-kebiasaan yang akan dikembangkan anak di kemudian hari. Karena itu pada sebagian orang, pengalaman yang ditemui dalam kehidupan sehari-sehari dianggap lebih berarti daripada pendidikan formal.
Bila kemudian ada anggapan bahwa semakin lama anak bersekolah akan membuat anak semakin pintar, bisa jadi kurang tepat jika mencermati sistem pendidikan di Indonesia saat ini. Kurikulum yang memuat materi yang begitu padat sehingga sangat menyita waktu dan energi anak-anak. Serangkaian tugas sekolah yang memaksa anak berkutat dengan pelajarannya yang bila tidak diselesaikan akan ada sanksi atau hukuman baik dari sekolah maupun dari orangtua sehingga tidak memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi hal-hal lain yang mungkin menarik minatnya yang bisa jadi malah merupakan potensi utama dalam diri anak. Kondisi seperti ini bukan tidak mungkin menjadi sumber penyebab banyak permasalahan remaja, seperti kenakalan dan kriminalitias remaja. Sebab tuntutan yang besar dari sekolah dan orangtua agar berprestasi secara akademis bisa memunculkan kecenderungan frustasi dari anak yang akhirnya membuat anak memilih melampiaskan ketidaknyamanan batin yang dirasakannya pada kegiatan-kegiatan yang negatif bahkan destruktif. Ditambah dengan ketidakmampuan para pendidik dan orangtua untuk menjadi “teman” yang memahami jiwa anak dan remaja seringkali mendorong mereka mencari teman lain saat mengalami suatu permasalahan. Sedangkan teman tersebut belum tentu mampu memberikan solusi yang benar bahkan tidak tertutup kemungkinan malah mengajak anak untuk terjerumus ke dalam perbuatan yang salah.
Proses belajar yang seharusnya bisa terjadi dimana saja, menjadi terbatas dalam gedung sekolah dengan situasi anak mendengarkan guru sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan tidak terbantahkan. Tanpa memberi kesempatan dan ruang dialog bagi murid untuk berdiskusi apalagi mendebat bila ada ketidaksesuaian antara yang disampaikan guru dengan pemahaman anak. Bagaimana mungkin akan lahir generasi-generasi bervisi pemimpin yang mampu menjawab segala tantangan jaman bila anak hampir tidak pernah dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang riil bila hanya berkutat pada hal-hal yang mungkin tidak akan pernah ditanyakan saat melamar kerja apalagi untuk menciptakan lapangan pekerjaan?
Ijazah Bukan Jaminan Kesuksesan
Akan sangat menjerumuskan bila anak dianggap hanya akan sukses bila nilai-nilainya bagus dalam setiap mata pelajarannya. Bukan berarti anak harus berhenti sekolah, namun banyak tokoh dunia yang menyerah pada rutinitas perkuliahan dan memutuskan untuk mengeksplorasi kemampuannya dan berguru pada kehidupan sehingga bisa sukses bahkan memberikan manfaat yang besar pada kehidupan. Seperti Bill Gates yang memutuskan keluar dari kampus dan mendirikan Microsoft bersama Paul Allen. Ada Tiger Wood yang memilih menekuni hobinya bermain golf sehingga mengantarkannya menjadi juara dunia daripada meneruskan kuliahnya. Sedangkan Steve Jobs adalah salah satu contoh orang yang awalnya kurang beruntung karena tidak bisa meneruskan kuliahnya disebabkan masalah finansial keluarga. Tapi dengan tekad dan kegigihannya, Steve Jobs menjadi salah satu orang yang memberi kontribusi yang besar pada dunia yang dengan kemampuannya memungkinkan kita menikmati kecanggihan iPad dan iPhone, sebagai salah satu dari sekian banyak inovasinya.
Dalam situsnya, Ciputraentrepreneurship menampilkan wawancara yang cukup menarik antara New York Times dengan Laszlo Bock, pimpinan operasional Google mengenai sistem perekrutan karyawan di Google. Ternyata, Google memilih untuk menghindari lulusan top dengan nilai terbaik untuk menjadi karyawan dengan alasan mereka yang biasanya lulusan dengan predikat terbaik dianggap tidak memiliki “kerendahan hati intelektual” karena dididik untuk mengandalkan bakat mereka sehingga kurang mampu beradaptasi saat terjun ke dunia kerja. Orang-orang dengan bakat jenius dianggap cenderung berpikir saat ia sukses karena ia jenius namun saat gagal ia akan menyalahkan orang lain atau hal-hal lain di luar dirinya. Menurut Bock, orang yang sukses tanpa mengenyam pendidikan formal adalah orang-orang yang luar biasa. Sebab, baginya kemampuan untuk belajar adalah hal yang lebih penting daripada tingkat kecerdasan, gelar akademik mapun ijazah dengan banyak nilai A.
Tugas Pemerintah
Sebagai pihak yang menyelenggarakan pendidikan, pemerintah sudah seharusnya secepatnya bergerak untuk membenahi segala tantangan permasalahan pendidikan di Indonesia yang begitu banyak sehingga menempatkan Indonesia dalam ranking yang sama sekali tidak membanggakan di dunia dalam masalah pendidikan. Bisa dimulai dari menjauhkan bahkan memisahkan pendidikan dari dunia politik sehingga posisi-posisi strategis dalam kewenangan pendidikan dapat diisi dengan orang-orang yang benar-benar kompeten dan mempunyai visi yang bagus dalam memajukan pendidikan Indonesia.
Akan sangat menentukan bila orang-orang yang dipilih adalah orang-orang yang sudah mempunyai peran dan karya nyata sebelumnya yang rela mengerahkan segenap upaya dan kemampuannya dalam bidang pendidikan yang juga memberikan kesempatan pada banyak kalangan yang tidak beruntung untuk bisa menikmati pendidikan. Bukan dari parpol atau golongan tertentu yang mungkin hanya akan mewakili kepentingan kelompok tertentu dalam kebijakan dan pengelolaan anggaran pendidikan.
Dengan sistem yang menjauhkan pendidikan dari kepentingan-kepentingan lain, diharapkan orang-orang yang berwenang dapat dengan bebas membuat kebijakan-kebijakan yang sepenuhnya didasarkan pada kepentingan dunia pendidikan di Indonesia. Anggaran dapat sepenuhnya dikelola untuk kemajuan pendidikan dengan membangun sarana, prasarana dan fasilitas yang bisa meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Pemerataan pendidikan sebagai hak seluruh warga negara Indonesia dapat diakses oleh setiap anak di negara ini. Para orangtua dan anak bisa merasa tenang tanpa rasa was-was karena dapat bersekolah di dalam gedung dan bangunan penunjang pendidikan yang layak dan aman untuk anak di seluruh wilayah Indonesia.
Mutu guru sebagai ujung tombak pendidikan yang menentukan kualitas anak-anak sebagai generasi penerus bangsa juga perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah. Hal ini bisa diwujudkan bila pemerintah bisa menyelenggarakan suatu sistem pendidikan yang baik untuk para calon guru. Sebab, akan sulit bagi seorang guru bisa mendidik anak dengan baik, bila ia sendiri tidak mendapatkan pendidikan yang baik.
Dibutuhkan satu institusi khusus semisal sekolah kedinasan untuk guru dengan sistem perekrutan yang baik, sehingga bisa didapatkan calon guru yang mempunyai kriteria-kriteria yang memenuhi syarat untuk menjadi guru yang berkualitas. Bila selama ini kebanyakan orang memilih bekerja sebagai guru bukan sebagai profesi idaman, sehingga saat menjadi guru pun dia tidak bisa memiliki passion yang kuat untuk menjadi fasilitator belajar yang baik bagi anak. Perekrutan yang melalui serangkaian tes seperti halnya sekolah kedinasan yang lain, akan memungkinkan terjaringnya SDM yang benar-benar memiliki kompetensi dan motivasi yang tinggi untuk menjadi guru. Bukan orang-orang “salah jurusan” yang pada akhirnya menganggap tugas guru hanyalah mengajar, bukan mendidik dan mengelola anak-anak yang telah dipercayakan padanya untuk dibimbing dan difasilitasi menjadi pribadi yang mandiri dan menikmati proses belajar mengajar bersamanya sehingga dapat tercapai tujuan pendidikan bersama. Dengan ditempatkan dalam satu institusi, maka diharapkan penyelenggara pendidikan dapat mengontrol mutu dan kualitas lulusan guru.
Selain itu, sekolah kedinasan tersebut diharapkan disertai dengan jaminan pengangkatan lulusannya sebagai pegawai negeri serta jenjang karir yang jelas sehingga bisa memberikan rasa tenang kepada guru saat menjalankan tugasnya karena ada kepastian dari pemerintah. Sebab, anggapan bahwa guru bukanlah profesi yang menjanjikan dalam segi ekonomi juga menjadi faktor penyebab banyak SDM yang berkualitas kurang berminat berprofesi sebagai guru. Dengan ikatan dinas, pemerintah juga dapat melakukan pemerataan penyebaran guru-guru yang bermutu ke seluruh wilayah Indonesia.
Sikap Yang Perlu Dikembangkan
Sebagai orangtua dan pendidik, akan sangat mendukung anak bila memiliki pemahaman bahwa pendidikan adalah proses belajar yang seharusnya membuat anak bisa mengeksplorasi kemampuan dan hal-hal baru disekitarnya agar mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman yang membantunya menjalani kehidupan. Memahami tahapan perkembangan anak juga dapat membantu mengembangkan semua aspek pada diri anak dengan cara yang tepat sehingga anak dapat menikmati proses belajarnya dengan nyaman tanpa paksaan apalagi ancaman sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan tahapan usianya.
Sekolah hendaknya dipandang sebagai tempat yang memfasilitasi proses tersebut agar lebih terarah dan orangtua memiliki partner dalam membimbing dan memberikan stimulasi bagi anak dalam mengenali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Bukan sebagai satu-satunya tempat anak untuk belajar lalu diartikan anak yang belajar adalah anak yang duduk di kursi dan menulis di mejanya saja. Karena proses pembelajaran sebenarnya bisa didapatkan anak dari manapun dan dari siapa saja yang kemudian menjadi tugas orangtua dan para pendidik membantu anak untuk mengolah input yang dia dapatkan menjadi hal yang positif dalam proses belajarnya.(*fay)

7 Jenis Sayuran yang cocok untuk penderita diabetes

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa jenis sayuran yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Berikut ini 7 jenis sayuran yang cocok untuk penderita diabetes.

Labu Kuning

Labu kuning lebih dikenal dengan sebutan labu atau waluh merupakan asli indonesia. Labu kuning mengandung karotenid ataubeta karoten,vitamin A dan C, mineral , lemak, serta karbohidrat. Adanya beta karoten labu kuning biasa digunakan untuk mencegah penyakit degeneratif, seperti diabetes dan jantung koroner.

Labu Bligo

labu bligo mempunyai penampilan yang unik. Sayuran yang satu ini kaya zat-zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan vitamin C dan serat yang tinggi dalam labu bligo dapat mencegah terjadinya peradangan pemicu penyakit diabetes melitus.

Buncis

Sayuran yang enak dinikmati sebagai lalapan ini juga berkhasiat mencegah dan mengobati diabetes. Zat dalam buncis yang sangat berperasn dalam mencegah dan mengobati diabetes adalah B-sitosterol dan stigmasterol. Dengan bantuan kedua zat ini pankreas dapat terangsang untuk memproduksi insulin.

Ashitaba

Ashitaba merupakan tanaman asli jepang yang dikenal sebagai raja sayuran. Konon cerita orang jepang merupakan tanaman untuk panjang umur dan dicari cari oleh kaisar pertama cina dari dinasti Chin. Kandungan beta karoten ashitaba lebih tinggi dari sayuran yang lain.

Bayam merah

daun bayam merah kaya dengan nutrisi salah satunya zat besi yang diperlukan tubuh untuk merangsang pembentlukan sel sel darah merah. Dengan kandungan serat yang tinggi dapat menurunkan kolesterol dan gula darah , melancarkan peredaran darah dan menurunkan tekanan darah yang berlebihan.

Cabai

Mengonsumsi cabai merah dapat berkhasiat sebagai tonik, stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah. Mengatasi diabetes skomakik. Dan untuk caberawit berkhasiat mengurangi penggumpalan darah, menurunkan kadar kolesterol.

sumber:

http://makananuntukpenderitadiabetes.blogdetik.com/7-jenis-sayuran-yang-cocok-untuk-penderita-diabete

10 Hewan Langka Asli Indonesia

Indonesia terkenal dengan kekayaan flora dan fauna. Termasuk flora dan fauna langka juga terdapat di Indonesia. Sudah menjadi penyakit kronis di negara-negara berkembang terjadi perburuan hewan-hewan langka. Masalahnya klasik, ekonomi.Di pasar luar negeri, karena memang langka, harga jual hewan-hewan ini menyilaukan mata para pemburu. Untuk itulah Indonesia membuat suatu undang-undang yang mengatur hewan langka yang dilindungi di indonesia. 
1. Orang Utan (latin : Pongo Pygmaeus) 
Ciri khas hewan langka ini ialah mempunyai rambut yang begitu panjang dibandingkan jenis kera lain. Buah-buahan adalah makanan utama dan juga kesukaannya. Di indonesia, wilayah penyebarannya adalah dataran rendah juga hutan hujan tropis di pulau Kalimantan.
Orang Utan
2. Badak Bercula Satu (latin : Rhinoceras Sundaicus)
Adalah salah satu hewan langka khas indonesia. Walau sekarang sudah tidak banyak, hanya sekitar 50 ekor saja dapat ditemukan di hutan ujung kulon. Merupakan hewan herbivora pemakan daun-daunan.
Badak Bercula Satu (Rhinoceras Sundaicus) 
3. Badak bercula Dua (latin : Dicerorhinus Sumatrensis)
Hampir mirip dengan badak bercula satu hanya cula dibagian depan yang berjumlah dua. Hanya ditemukan di wilayah Sumatera.
Badak bercula Dua (Dicerorhinus Sumatrensis) 
4. Musang Congkok (latin : Prionodon Linsang)
Dengan berat mencapai 5 kg dan mempunyai panjang sekitar 71 cm hewan ini cukup gesit untuk memanjat pepohonan. Di temukan di wilayah pegunungan Aceh dan Sumatera Barat. Mamalia kecil dan beberapa jenis serangga adalah makanan kesukaannya.
Musang Cangkok (Prionodon Linsang) 
5. Singapuar (latin : Tarsius Bancanus)
Dijuluki sebagai primata terkecil di dunia. Mempunyai berat tubuh antara 80 – 140 gram dan panjang cuma 12 – 15 cm cukup layak bila disebut primata terkecil. Walaupun mempunyai sepasang mata yang besar yang ukurannya melebihi volume otaknya tapi hanya dapat digunakan pada malam hari saja. Mirip dengan burung hantu. Kepulauan Riau, kepulauan kalimantan dan sumatera bagian selatan juga tenggara adalah habitat aslinya.
Singapuar (Tarsius Bancanus) 
6. Ikan Belida (latin : Notopetrus Chitala)
Dengan panjang tubuh mencapai 87, 5 cm dan berat tubuh dapat mencapai 1 kg, cukup besar untuk ukuran ikan air tawar. Bentuk tubuhnya seperti pisau dan makanan kesukaannya adalah ikan-ikan kecil juga udang. Perairan air tawar di wilayah jawa dan kalimantan merupakan habitat aslinya.
Ikan Belida (Notopetrus Chitala) 
7. Harimau Sumatera ( latin : Panthera Tigris Sumatrae)
Memprihatinkan karena jumlah semua harimau sumatera hanya tinggal sekitar 500 ekor. Penebangan hutan yang serampangan dan perburuan liar dituding sebagai penyebab langkanya harimau ini. Hanya terdapat di hutan sumatera.
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) 
8. Anoa ( latin : Bubalus Depressicornis)
Sekilas lebih mirip kambing dengan ukuran yang besar. Yang membedakan dengan kambing selain ukuran tubuhnya yang besar adalah adanya tanduk runcing yang mencapai 30 cm panjangnya. Adalah termasuk mamalia yang mempunyai kuku genap. Mempunyai habitat asli di wilayah sulawesi.
Anoa (Bubalus Depressicornis) 
9. Burung Elang Jawa ( latin : Spizaetus Bartelsi)
Mempunyai bentuk yang gagah, sayang populasinya hanya tinggal 250 ekor saja. Tersebar hampir merata di sekitar hutan di pulau jawa seperti di gunung slamet, gunung salak, gunung anjasmoro, gunung kawi, taman nasional baluran, taman nasional alas purwo taman nasional gunung halimun, taman nasional gede pangrango dan taman nasional muara betiri.
Burung Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi) 
10. Babirusa (latin : babyrousa babyrussa)
Buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, jamur dan dedaunan merupakan makanan yang biasa disantap sehari-hari. Mempunyai taring yang mencuat keluar sebagai tameng mata dari duri dan rotan ketika mereka mencari makan. Habitatnya meliputi pulau sulawesi, kepulauan maluku dan sekitarnya.
Babirusa (Babyrousa Babyrussa)

itulah 10 Hewan Langka Asli Indonesia dan penjelasannya yang dikutip dari berjambang.blogspot.com

Sejarah Aljabar

SEJARAH ALJABAR DARI MASA BABILONIA
http://existsbox.files.wordpress.com/2012/02/2al.jpg
1. Pengertian Aljabar
Aljabar berasal dari Bahasa Arab “al-jabr” yang berarti “pertemuan”, “hubungan” atau “perampungan”) adalah cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dan perpanjangan aritmatika. Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang [1].
Aljabar adalah cabang matematika yang mempelajari struktur, hubungan dan kuantitas. Untuk mempelajari hal-hal ini dalam aljabar digunakan simbol (biasanya berupa huruf) untuk merepresentasikan bilangan secara umum sebagai sarana penyederhanaan dan alat bantu memecahkan masalah. Contohnya, x mewakili bilangan yang diketahui dan y bilangan yang ingin diketahui.
2. Asal Usul Aljabar
Asal mula Aljabar dapat ditelusuri berasal dari Babilonia Kuno yang mengembangkan system matematika yang cukup rumit, dengan hal ini mereka mampu menghitung dalam cara yang mirip dengan aljabar sekarang ini. Dengan menggunakan sistem ini, mereka mampu mengaplikasikan rumus dan menghitung solusi untuk nilai yang tak diketahui untuk kelas masalah yang biasanya dipecahkan dengan menggunakan persamaan Linier, persamaan Kuadrat dan Persamaan Linier tak tentu. Sebaliknya, bangsa Mesir dan kebanyakan bangsa India, Yunani, serta Cina dalam melenium pertama belum masehi, biasanya masih menggunakan metode geometri untuk memecahkan persamaan seperti ini, misalnya seperti yang disebutkan dalam “the Rhind Mathematical Papyrus”, “Sulba Sutras”, “Eucilid’s Elements” dan “The Nine Chapters on the Mathematical Art”. Hasil bangsa Yunani dalam Geometri, yang tertulis dalam kitab elemen, menyediakan kerangka berpikir untuk menggeneralisasi formula metematika di luar solusi khusus dari suatu permasalahan tertentu ke dalam sistem yang lebih umum untuk menyatakan dan memecahkan persamaan, yaitu kerangka berpikir logika Deduksi.
Seperti telah disinggung di atas istilah “aljabar” berasal dari kata Arab “al-jabr” yang berasal dari kitab “Al-Kitab aj-jabr wa al-Muqabala” (yang berarti “The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing”) Yang ditulis oleh matematikawan Persia Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi. Kata “Al-Jabr” sendiri sebenarnya berarti penggabungan (reunion). Matematikawan Yunani di zaman Hllenisme, Diophantus, secara tradisional dikenal sebagai “Bapak Aljabr”, walaupun sampai sekarang masih diperdebatkan, tetapi ilmuwan yang bernama R Rashed dan Angela Armstrong dalam karyanya bertajuk The Development of Arabic Mathematics, menegaskan bahwa Aljabar karya Al-Khawarizmi memiliki perbedaan yang signifikan dibanding karya Diophantus, yang kerap disebut-sebut sebagai penemu Aljabar. Dalam pandangan ilmuwan itu, karya Khawarizmi jauh lebih baik di banding karya Diophantus.
Al-Khawarizmi yang pertama kali memperkenalkan aljabar dalam suatu bentuk dasar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan konsep aljabar Diophantus lebih cenderung menggunakan aljabar sebagai alat bantu untuk aplikasi teori bilangan.
Para sajarawan meyakini bahwa karya al-Khawarizmi merupakan buku pertama dalam sejarah di mana istilah aljabar muncul dalam konteks disiplin ilmu. Kondisi ini dipertegas dalam pembukuan, formulasi dan kosakata yang secara teknis merupakan suatu kosakata baru.
Ilmu pengetahian aljabar sendiri sebenarnya merupakan penyempurnaan terhadap pengetahuan yang telah dicapai oleh bangsa Mesir dan Babylonia. Kedua bangsa tersebut telah memiliki catatan-catatan yang berhubungan dengan masalah aritmatika, aljabar dan geometri pada permulaan 2000 SM. Dalam buku Arithmetica of Diophantus terdapat beberapa catatan tentang persamaan kuadrat. Meskipun demikian persamaan yang ada belum terbentuk secara sistematis, tetapi terbentuk secara tidak sengaja melalui penyempurnaan kasus-kasus yang muncul. Karena itu, sebelum masa al-Khawarizmi, aljabar belum merupakan suatu objek yang secara serius dan sistematis dipelajari [2]. Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī (Arab: محمد بن موسى الخوارزمي) adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad
Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.
Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.
Biografi
Sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat lahirnya sekailpun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan). Gelar beliau adalah Abū ‘Abd Allāh (Arab: أبو عبد الله) atau Abū Ja’far.
Sejarawan al-Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali (Arab: محمد بن موسى الخوارزميّ المجوسيّ القطربّليّ). Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad.
Tentang agama al-Khawārizmī’, Toomer menulis:
Sebutan lain untuk beliau diberikan oleh al-Ṭabarī, “al-Majūsī,” dapat dilihat mengindikasikan ia adalah pengikut Zoroaster.Ini mungkin terjadi pada orang yang berasal dari Iran]]. Tetapi, kemudian buku Al-Jabar beliau menunujukkan beliau adalah seorang Muslim Ortodok,jadi sebutan Al-Tabari ditujukan pada saat ia muda, ia beragama Majusi.
Dalam Kitāb al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkat beliau, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari Cina dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan beliau. Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma’mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.
Karya
Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala (Arab الكتاب المختصر في حساب الجبر والمقابلة) atau: “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.
Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angaka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin.
Beberapa kontribusi beliau berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani.
Sistemasi dan koreksi beliau terhadap data Ptolemeus pada geografi adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur –Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-ard (“Pemandangan Bumi”;di terjemahkan oleh Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokalisasi yang diketahui dasar dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.
Ia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 ahli geografi lain untuk membuat peta yang kemudian disebut “ketahuilah dunia”. Ketika hasil kerjanya dikopi dan di transfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan dampak yang hebat pada kemajuan matematika dasar di Eropa. Ia juga menulis tentang astrolab dan sundial.
Quote:
Pic : al-khawarizmi-penemu-aljabar-dan-algoritma/
3. Tokoh-tokoh Dalam Mengembangkan Aljabar
a. Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi, Ia adalah yang pertama kali yang mencetus Al-Jabar dalam bukunya dengan judul “Al-kitab al-jabr wa-l-Muqabala” kitab ini merupakan karya yang sangat monumental pada abad ke-9 M. ia merupakan seorang ahli matematika dari Persia yang dilahirkan pada tahun 194 H/780 M, tepatnya di Khawarizm, Uzbeikistan.
b. Al-Qalasadi dalam mengembangkan matematika sungguh sangat tak ternilai. Ia sang matematikus Muslim di abad ke-15, kalau tanpa dia boleh jadi dunia dunia tak mengenal simbol-simbol ilmu hitung. Sejarang mencatat, al Qalasadi merupakan salah seorang matematikus Muslim yang berjasa memperkenalkan simbol-simbol Aljabar. Symbol-simbol tersebut pertama kali dikembangkan pada abad 14 oleh Ibnu al-Banna kemudian pada abad 15 dikembangkan oleh al-Qalasadi, al-Qalasadi memperkenalkan symbol-simbol matematika dengan menggunakan karakter dari alphabet Arab [3].
Ia menggunakan wa yang berarti “dan” untuk penambahan (+), untuk pngurangan (-), al-Qalasadi menggunakan illa berarti “kurang”. Sedangkan untuk perkalian (x), ia menggunakan fi yang berarti “kali”. Simbol ala yang berarti ”bagi” digunakan untuk pembegian (/).
c. Nikolai Ivanovich Lobachevsky (1 Desember 1792 – 24 Februari 1856) adalah matematikawan Rusia. Ia terutama dikenal sebagai orang yang mengembangkan geometri non-Euclides (independen dari hasil karya János Bolyai) yang diumumkannya pada 23 Februari 1826, serta metode hampiran akar persamaan aljabar yang dikenal dengan nama Metode Dandelin-Gräffe
d. Sharaf al-Dīn al-Muẓaffar ibn Muḥammad ibn al-Muẓaffar al-Ṭūsī (1135-1213) adalah matematikawan dan astronom Islam dari Persia. Sharif al-Din mengajar berbagai topik matematika, astronomi dan yang terkait, seperti bilangan, tabel astronomi, dan astrologi. Al-Tusi menulis beberapa makalah tentang aljabar. Dia memberikan metode yang kemudian dinamakan sebagai metode Ruffini-Horner untuk menghampiri akar persamaan kubik. Meskipun sebelumnya metode ini telah digunakan oleh para matematikawan Arab untuk menemukan hampiran akar ke-n dari sebuah bilangan bulat, al-Tusi adalah yang pertama kali yang menerapkan metode ini untuk memecahkan persamaan umum jenis ini. Dalam Al-Mu’adalat (Tentang Persamaan), al-Tusi menemukan solusi aljabar dan numerik dari persamaan kubik dan yang pertama kali menemukan turunan polinomial kubik, hasil yang penting dalam kalkulus diferensial
e. Omar Khayyam, ilmuwan yang berasal dari Persia ini membangun Aljabar Geometri dan menemukan bentuk umum geometri dari persamaan kubik.
f. Kowa Seki ilmuwan yang berasal dari Jepang pada abad 17, ia mengambangkan tentang determinan.
g. Robert Recorde adalah seorang yang memperkenalkan tanda “=” yang terdapat dalam bukunya yang berjudul “The Whetstone of Witte” pada tahun 1557. [4]
4. Klasifikasi dari Aljabar
Aljabar secara garis besar dapat dibagi dalam beberapa kategori berikut ini:
a. Aljabar Elementer, yang mempelajari sifat-sifat operasi pada bilangan riil direkam dalam symbol sebagai konstanta dan variabel, dan aturan yang membangun ekspresi dan persamaan matematika yang melibatkan simbol-simbol. (bidang ini juga mencakup materi yang biasanya diajarkan di sekolah menengah)
Aljabar Elementer adalah bentuk paling dasar dari Aljabar, yang diajarkan pada siswa yang belum mempunyai pengetahuan Matematika apapun selain daripada Aritmatika Dasar. Meskipun seperti dalam Aritmatika, di mana bilangan dan operasi Aritmatika (seperti +, -, x, ) muncul juga dalam aljabar, tetapi disini bilangan seringkali hanya dinotasikan dengan symbol (seperti a, x, y, ). Hal ini sangat penting sebab: hal ini mengijinkan kita menurunkan rumus umum dari aturan Aritmatika (seperti a + b = b + a untuk semua a dan b), dan selanjutnya merupakan langkah pertama untuk penelusuran yang sistematik terhadap sifat-sifat sitem bilangan riil.
Dengan menggunakan symbol, alih-alih menggunakan bilangan secara langsung, mengijinkan kita untuk membangun persamaan matematika yang mengandung variable yang tidak diketahui (sebagai contoh “Carilah bilangan x yang memenuhi persamaan 3x+1=10”) . Hal ini juga mengijinkan kita untukmembuat relasi fungsional dari rumus-rumus matematika tersebut (sebagai contoh “Jika anda mnjual x tiket, kemudian anda mendapat untung 3x -10 rupiah, dapat dituliskan sebagaif(x) = 3x – 10, dimana f adalah fungsi dan x adalah bilangan dimana fungsi f bekerja”) [5]
b. Aljabar Abstrak, kadang-kadang disebut Aljabar Modern, yang mempelajari Stuktur Aljabar semacam Grup, ring dan Medan (fields) yang didefinisikan dan diajarkan secara aksiomatis.
c. Aljabar Linier, yang mempelajari sifat-sifat khusus dari Ruang Vektor (termasuk Matrik)
d. Aljabar Universal, yang mempelajari sifat-sifat bersama dari semua Stuktur aljabar.
Sejarah matematika dapat dilihat dari segi geografis :
1. Mesopotamia
- Menentukan system bilangan pertama kali
- Menemukan system berat dan ukur
- Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji
2. Babilonia
- Menggunakan sitem desimal dan π=3,125
- Penemu kalkulator pertama kali
- Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi
- Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat
- Geometrinya bersifat aljabaris
- Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang berkembang
- Sudah mengenal teorema Pythagoras
3. Mesir Kuno
- Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi
- Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM
-Mengenal tripel Pythagoras
- Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika
- Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10
4. Yunani Kuno
- Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)
- Pencetus awal konsep[ nol adalah Al Khwarizmi
- Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan kerucut
- Hipassus penemu bilangan irrasional
- Diophantus penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan)
- Archimedes membuat geometri bidang datar
- Mengenal bilangan prima
5. India
- Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad
- Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran
- Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal
- Brahmagyupta menemukan bilangan negatif
- Rumus a2+b2+c2 telah ada pada “Sulbasutra”
- Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema Pythagoras,transformasi dan segitiga pascal
6. China
- Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM
- Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system biner, aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus
- Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu persamaan kuadrat, kubikdan qualitik
- Aljabarnya menggunakan system horner untuk menyelesaikan persamaan kuadrat
Penggunaan Statistika sudah dikenal sebelum abad 18, pada saat itu negara-negara
Babilon, Mesir dan Roma mengeluarkan catatan tentang nama, usia, jenis kelamin,
pekerjaan dan jumlah anggota keluarga. Kemudian pada tahun 1500, pemerintahan
Inggris mengeluarkan catatan mingguan tentang kematian dan tahun 1662,
dikembangkan catatan tentang kelahiran dan kematian. Baru pada tahun 1772 - 1791, G.
Achenwall menggunakan istilah statistika sebagai kumpulan data tentang negara.
Tahun 1791 - 1799, Dr .E.A.W Zimmesman mengenalkan kata statistika dalam bukunya
Statistical Account of Scotland. Tahun 1981 - 1935 R. Fisher mengenalkan analisa
varians dalam literatur statistiknya.
Di Indonesia Pengantar Statistika telah dicantumkan dalam kurikulum matematika
Sekolah Dasar sejak tahun 1975. Hal itu disebabkan karena sekitar lingkungan kita
berada selalu berkaitan dengan Statistik. Misalnya di kantor kelurahan kita mengenal
statistik desa, di dalamnya memuat keadaan penduduk mulai dari banyak penduduk,
pekerjaannya, banyak anak, dan sebagainya.
Kegiatan yang berkaitan dengan statistika dijumpai dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya suatu perusahaan ingin mengetahui seberapa disiplin pegawainya dengan
mengumpulkan data kedatangan dan kepulangan pegawai, seorang ibu rumah tangga
ingin mengetahui menu masakan sehari-hari selama beberapa waktu, seorang guru
menarik kesimpulan bahwa siswanya telah menguasai mata pelajaran IPS dari rata-rata
nilai ulangan harian, nilai mid semster, nilai pekerjaan rumah serta nilai ulangan akhir
semester serta ibu Ketua PKK RT ingin mengetahui mengapa beberapa warga RT-nya
terkena penyakit Demam Berdarah dengan mengumpulkan tentang adanya jentik-jentik
nyamuk dalam bak mandi dari warga RT selama beberapa bulan. Contoh-contoh di atas
sebenarnya contoh nyata penggunaan statistika yaitu satu kegiatan yaitu kegiatan
pengumpulan data serta penarikan kesimpulan.
Gambaran sejarah purbakala dari Matematika
Pada mulanya di zaman purbakala banyak bangsa-bangsa yang bermukim sepanjang sungai-sungai besar. Bangsa Mesir sepanjang sungai Nil di Afrika, bangsa Babilonia sepanjang sungai Tigris dan Eufrat, bangsa Hindu sepanjang sungai Indus dan Gangga, bangsa Cina sepanjang sungai Huang Ho dan Yang Tze. Bangsa-bangsa itu memerlukan keterampilan untuk mengendalikan banjir, mengeringkan rawa-rawa, membuat irigasi untuk mengolah tanah sepanjang sungai menjadi daerah pertanian untuk itu diperlukan pengetahuan praktis, yaitu pengetahuan teknik dan matematika bersama-sama.
Sejarah menunjukkan bahwa permulaan Matematika berasal dari bangsa yang bermukim sepanjang aliran sungai tersebut. Mereka memerlukan perhitungan, penanggalan yang bisa dipakai sesuai dengan perubahan musim. Diperlukan alat-alat pengukur untuk mengukur persil-persil tanah yang dimiliki. Peningkatan peradaban memerlukan cara menilai kegiatan perdagangan, keuangan dan pemungutan pajak. Untuk keperluan praktis itu diperlukan bilangan-bilangan.
Awal Bilangan
Bilangan pada awalnya hanya dipergunakan untuk mengingat jumlah, namun dalam perkembangannya setelah para pakar matematika menambahkan perbendaharaan simbol dan kata-kata yang tepat untuk mendefenisikan bilangan maka matematika menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan dan tak bisa kita pungkiri bahwa dalam kehidupan keseharian kita akan selalu bertemu dengan yang namanya bilangan, karena bilangan selalu dibutuhkan baik dalam teknologi, sains, ekonomi ataupun dalam dunia musik, filosofi dan hiburan serta banyak aspek kehidupan lainnya.
Bilangan dahulunya digunakan sebagai symbol untuk menggantikan suatu benda misalnya kerikil, ranting yang masing-masing suku atau bangsa memiliki cara tersendiri untuk menggambarkan bilangan dalam bentuk symbol. diantaranya :
Simbol bilangan bangsa Babilonia:
Simbol bilangan bangsa Maya di Amerika pada 500 tahun SM:
Simbol bilangan menggunakan huruf Hieroglif yang dibuat bangsa Mesir Kuno:
Simbol bilangan bangsa Arab yang dibuat pada abad ke-11 dan dipakai hingga kini oleh umat Islam di seluruh dunia:
Simbol bilangan bangsa Yunani Kuno:
Simbol bilangan bangsa Romawi yang juga masih dipakai hingga kini:
Dalam perkembangan selanjutnya, pada abad ke-X ditemukanlah manuskrip Spanyol yang memuat penulisan simbol bilangan oleh bangsa Hindu-Arab Kuno dan cara penulisan inilah yang menjadi cikal bakal penulisan simbol bilangan yang kita pakai hingga saat ini, seperti yang tampak dalam gambar berikut:
I. Perkembangan Teori Bilangan
Teori Bilangan Pada suku Babilonia
Matematika Babilonia merujuk pada seluruh matematika yang dikembangkan oleh bangsa Mesopotamia (kini Iraq) sejak permulaan Sumeria hingga permulaan peradaban helenistik. Dinamai “Matematika Babilonia” karena peran utama kawasan Babilonia sebagai tempat untuk belajar. Pada zaman peradaban helenistik, Matematika Babilonia berpadu dengan Matematika Yunani dan Mesir untuk membangkitkan Matematika Yunani. Kemudian di bawah Kekhalifahan Islam, Mesopotamia, terkhusus Baghdad, sekali lagi menjadi pusat penting pengkajian Matematika Islam.
Bertentangan dengan langkanya sumber pada Matematika Mesir, pengetahuan Matematika Babilonia diturunkan dari lebih daripada 400 lempengan tanah liat yang digali sejak 1850-an. Lempengan ditulis dalam tulisan paku ketika tanah liat masih basah, dan dibakar di dalam tungku atau dijemur di bawah terik matahari. Beberapa di antaranya adalah karya rumahan.
Bukti terdini matematika tertulis adalah karya bangsa Sumeria, yang membangun peradaban kuno di Mesopotamia. Mereka mengembangkan sistem rumit metrologi sejak tahun 3000 SM. Dari kira-kira 2500 SM ke muka, bangsa Sumeria menuliskan tabel perkalian pada lempengan tanah liat dan berurusan dengan latihan-latihan geometri dan soal-soal pembagian. Jejak terdini sistem bilangan Babilonia juga merujuk pada periode ini.
Sebagian besar lempengan tanah liat yang sudah diketahui berasal dari tahun 1800 sampai 1600 SM, dan meliputi topik-topik pecahan, aljabar, persamaan kuadrat dan kubik, dan perhitungan bilangan regular, invers perkalian, dan bilangan prima kembar. Lempengan itu juga meliputi tabel perkalian dan metode penyelesaian persamaan linear dan persamaan kuadrat. Lempengan Babilonia 7289 SM memberikan hampiran bagi √2 yang akurat sampai lima tempat desimal.
Matematika Babilonia ditulis menggunakan sistem bilangan seksagesimal (basis-60). Dari sinilah diturunkannya penggunaan bilangan 60 detik untuk semenit, 60 menit untuk satu jam, dan 360 (60 x 6) derajat untuk satu putaran lingkaran, juga penggunaan detik dan menit pada busur lingkaran yang melambangkan pecahan derajat. Juga, tidak seperti orang Mesir, Yunani, dan Romawi, orang Babilonia memiliki sistem nilai-tempat yang sejati, di mana angka-angka yang dituliskan di lajur lebih kiri menyatakan nilai yang lebih besar, seperti di dalam sistem desimal
II. SEJARAH ALJABAR MASA BABILONIA
Kalau sudah berhadapan dengan masalah pendidikan, pasti tidaklah lepas dari ilmu yang kita peroleh disekolah. Menurut penulis dan kebanyakan pelaku pendidikan secara umum, ilmu hitung semacam Matematika merupakan ilmu yang pasti sulit untuk dipahami. Salah satu ilmu itu pasti sudah tidak asing di telinga kita adalah Ilmu Aljabar. Hampir setiap ada pelajaran yang ada hubungannya dengan materi Aljabar, penulis pribadi lebih sering tidak mengerti dari pada paham.
Tapi pernah kah kita berfikir dari mana asal ilmu Aljabar itu. Penulis sungguh-sungguh ingin mengetahuinya. Mungkin juga sebagian dari pembaca memiliki rasa penasaran yang sama dengan penulis. Kalau diingat kembali, ketika penulis masih duduk dibangku sekolah dasar, seorang guru bahasa Indonesia pernah bercerita didepan penulis dan teman teman penulis lain. Guru bahasa Indonesia itu intinya berkata, kalau ketika kelak penulis telah duduk dibangku SMP, maka nanti penulis akan menemukan sebuah teori yang selalu dipakai di pelajaran Matematika, namanya teori Aljabar. Kemudian guru itu juga menambahkan kalau penemu teori itu adalah orang islam keturunan Arab.
Dari segi nama mungkin masuk akal kalau dia adalah dari arab, karena teorinya memiliki nama yang terkesan menggunakan bahasa Arab . Tetapi yang masih penulis bingung, apakah benar penemunya orang keturunan Arab. Mengingat dari sebagian besar ilmuwan yang telah di akui sekarang, kebanyakan berasal dari Benua Biru Eropa. Ditambah lagi sepengetahuan penulis, bangsa Asia Barat memang terkenal tidak memiliki peradaban Ilmu yang baik, masih bersifat Bar- Bar dan tradisional.
Untuk itu setelah 5 tahun lamanya memendam rasa penasaran ini, akhirnya penulis berusaha mencari tahu teori yang paling banyak membikin bingung kebanyakan kalangan saat ini.
Asal mula Aljabar dapat ditelusuri berasal dari bangsa Babilonia Kuno yang mengembangkan sistem aritmatika yang cukup rumit, dengan hal ini, bangsa Kuno ini mampu menghitung dalam cara yang mirip dengan aljabar sekarang ini. Dengan menggunakan sistem ini, mereka mampu mengaplikasikan rumus dan menghitung solusi untuk nilai yang tak diketahui untuk kelas masalah yang biasanya dipecahkan dengan menggunakan persamaan Linier, Persamaan Kuadrat dan Persamaan Linier tak tentu.
Kemudian Bangsa Mesir, dan kebanyakan bangsa India, Yunani, serta Cina dalam milenium pertama sebelum masehi, Lebih sering menggunakan metode geometri untuk memecahkan persamaan seperti ini, misalnya seperti yang disebutkan dalam ‘the Rhind Mathematical Papyrus’, ‘Sulba Sutras’, ‘Euclid’s Elements’, dan ‘The Nine Chapters on the Mathematical Art’.
Hasil karya bangsa Yunani dalam Geometri, yang tertulis dalam kitab Elemen, menyediakan kerangka berpikir untuk menggeneralisasi formula matematika di luar solusi khusus dari suatu permasalahan tertentu ke dalam sistem yang lebih umum untuk menyatakan dan memecahkan persamaan, yaitu kerangka berpikir logika Deduksi.
Sekitar tahun 300 S.M seorang sarjana Yunani kuno Euclid menulis buku yang berjudul "Elements". Dalam buku itu ia mencantumkan beberapa rumus aljabar yang benar untuk semua bilangan yang ia kembangkan dengan mempelajari bentuk-bentuk geometris. Perlu diketahui, orang-orang Yunani kuno menuliskan permasalahan-permasalahan secara lengkap jika mareka tidak dapat memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut dengan menggunakan geometri. Metode inilah yang kemudian menjadikan kemampuan mereka untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang mendetail menjadi terbatasi.
Seiring dengan perkembangan zaman, Pada abad ke-3, Diophantus of Alexandria (250 M) menulis sebuah buku berjudul Aritmetika, dimana ia menggunakan simbol-simbol untuk bilangan-bilangan yang tidak diketahui dan untuk operasi-operasi seperti penambahan dan pengurangan. Sistemnya tidak sepenuhnya dalam bentuk simbol, tetapi berada diantara sistem Euclid dan apa yang digunakan sekarang ini.
PENGARUH PENJAJAHAN ISLAM
Ketika Agama Islam mulai mucul abad ke 6 masehi, Peperangan atas nama agama untuk menundukkan daerah daerah Yahudi, Daerah Khatolik dan daerah tempat para umat Nasrani tinggal mulai gencar dilakukan oleh para pengikut muhammad. Sehingga pada tahun 641 M, bangsa Arab berhasil menguasai Alexandria dan menutup sekolah Yunani kuno terakhir. Namun ide-ide bangsa Yunani tetap dipertahankan bahkan dikembangkan, dan kemudian dibawa ke Eropa Barat setelah menduduki Spanyol pada tahun 747 M.
Bangsa arab yang sebelumnya belum pernah mendapatkan harta berupa Ilmu yang berlimpah di daerah jajahan, kemudian mulailah Bangsa Arab pertama kali mempertemukan ilmu yang berupa ide tersebut. Ketika mereka bertemu dengan dokter-dokter Yunani yang bekerja di kota-kota Arab.. Dua orang sarjana yang terkenal itu adalah Brahmagupta (598 - 660) dan Arya-Bhata (475 - 550). Brahmagupta adalah seorang astronom yang banyak menemukan ciri-ciri untuk luas dan volume benda padat. Sedangkan Arya-Bhata adalah seorang ilmuwan yang menciptakan tabel sinus (rasio-rasio istimewa) dan mengembangkan sebuah bentuk aljabar sinkopasi seperti sistem yang dibuat Diophantus.
Lambat laun bangsa Arab mulai mengenal teori yang dimiliki negara jajahan tersebut. Kemudian munculah tokoh yang sekarang ini dianggap sebagai penemu teor Aljabar, dialah Al-Khawarizmi , seorang muslim keturunan Usbekistan dan lahir pada tahun 780 masehi atau 194 Hijriah menurut kalender islam. Dibidan pendidikan, telah dibuktikan bahwa ialah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas. Pengetahuan dan kemahiran al-Khawarizmi bukan hanya meliputi bidang syariat tetapi juga dalam bidang falsafah, logika, aritmetik, geometri, musik, sastra, sejarah Islam dan ilmu kimia. Keahlian dirinya pada ilmu matematika telah membawa dirinya menciptakan pemakaian Secans dan Tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda ia telah bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, daerah Bayt al-Hikmah di Baghdad. al-Khawarizmi bekerja dalam sebuah observatory atau tempat ilmu matematik dan astronomi yang ia gali lebih dalam. Al-Khawarizmi juga dipercayai memimpin perpustakaan khalifah.
Sumbangsih terbesar al-Khawarizmi adalah karyanya yang terangkum dalam buku bukunya yang berjudul sebagai berikut.
Al-Jabr wa’l Muqabalah : Penciptaan pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.
Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Sebuah buku yang merangkum pemecahan dari permasalan masalah matematika yang sebagian telah dikemukakan bangsa Babilonia kuno. Dan Kebenarannya diakui oleh al-Khawarizmi .
Sistem Nombor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem nombor pada zaman sekarang.
Antara cabang yang diperkanalkan oleh al-Khawarizmi seperti geometri, algebra, aritmetik dan lain-lain. Geometri merupakan cabang kedua dalam matematik yang dijabarkan oleh al-Khawarizmi lebih lanjut. Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri yang mengacu pada Kitab al-Ustugusat[The Elements] hasil karya Euclid . Dari segi ilmu yang dimiliki geometri adalah ilmu yang mengkaji hal yang berhubung dengan magnitud dan sifat-sifat ruang. Ilmu Geometri inipada awalnya dipelajari sejak zaman fir’aun [2000SM]. Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri Mesir kepada Grik sebagai satu sains dedukasi dalam kurun ke 6 SM. Seterusnya sarjana Islam seperti al-Khawarizmi telah menekuni kaedah sains dedukasi ini lebih jauh, terutamanya pada abad ke9M. Algebra/aljabar merupakan nadi untuk matematik algebra.
Sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820 Masehi itu, kata aljabar tidak pernah digunakan.
istilah ‘Aljabar’ sendiri sebenarnya berasal dari kata arab “al-jabr” yang berasal dari kitab ‘Al-Kitab al-Jabr wa-l-Muqabala’ (yang berarti “The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing“), yang ditulis oleh Matematikawan Muhammad ibn Musa al-Kwarizmi.
Kata ‘Al-Jabr’ sendiri sebenarnya berarti penggabungan (reunion).
Bahkan jika dilihat dari historisnya, Matematikawan Yunani pada zaman Hellenisme, Diophantus, secara tradisional telah mengenal konsep konsep aljabar, hanya saja mereka tidak menggunakan istilah tersebut untuk teori yang mereka miliki.
PERTENTANGAN
walaupun sampai sekarang masih diperdebatkan siapa sebenarnya yang berhak atas sebutan tersebut . Mereka yang mendukung Al-Khwarizmi menunjukkan fakta bahwa hasil karyanya pada prinsip reduksi masih digunakan sampai sekarang ini dan ia juga memberikan penjelasan yang rinci mengenai pemecahan persamaan kuadratik. Sedangkan mereka yang mendukung Diophantus menunjukkan Aljabar ditemukan dalam Al-Jabr adalah masih sangat elementer dibandingkan Aljabar yang ditemukan dalam ‘Arithmetica’, karya Diophantus. Matematikawan Persia yang lain, Omar Khayyam, membangun Aljabar Geometri dan menemukan bentuk umum geometri dari persamaan kubik. Matematikawan India Mahavira dan Bhaskara, serta Matematikawan Cina, Zhu Shijie,juga berhasil memecahkan berbagai macam persamaan kubik, kuartik, kuintik dan polinom tingkat tinggi lainnya.
Peristiwa lain yang penting adalah perkembangan lebih lanjut dari aljabar, terjadi pada pertengahan abad ke-16. Ide tentang determinan yang dikembangkan oleh Matematikawan Jepang Kowa Seki di abad 17, diikuti oleh Gottfried Leibniz sepuluh tahun kemudian, dengan tujuan untuk memecahkan Sistem Persamaan Linier secara simultan dengan menggunakan Matriks. Gabriel Cramer juga menyumbangkan hasil karyanya tentang Matriks dan Determinan di abad ke-18. Aljabar Abstrak dikembangkan pada abad ke-19, mula-mula berfokus pada teori Galois dan pada masalah keterkonstruksian (constructibility).
PENUTUP
Setelah membaca tulisan ini, akhirnya kita dapat menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya bahwa istilah Aljabar yang sekarang telah meluas di dunia Matematika secara internasional tersebut ternyata dasar dasarnya telah dikembangkan bahkan sebelum al-Kwarizmi lahir.
Sehingga pada intinya Ilmuwan islam bernama al-Kwarizmi ini bukan berhasil menemukan metodologi baru, akan tetapi berhasil mengumpulkan metodologi yang dipakai dalam ilmu matematika pada masa sebelum dirinya lahir. Dan yang terpenting dirinya berhasil pula dalam memecahkan masalah masalah metodologi matematika yang belum terpecahkan pada waktunya serta berhasil meyakinkan teori yang telah ada untuk kalangan luas dimasanya bahkan hingga sekarang.

Template by : kendhin x-template.blogspot.com